Allah adalah Zat Pemberi Rezeki. Tidak ada setitis pun air yang masuk
ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Oleh itu, jika Allah SWT sampai
menahan rezeki kita, pasti ada sesuatu yang salah yang kita lakukan.
Setidak-tidaknya ada lima perkara yang menghalangi aliran rezeki.
Ada dikalangan kita yang selalu tertanya-tanya “Mengapa susah memperolehi rezeki, padahal sudah
mati-matian mencarinya?” “Mengapa yer saya gagal terus dalam perniagaan?”
“Mengapa hati saya tak pernah tenang?”
Ada banyak penyebab, mungkin
cara mencarinya yang kurang kena, kurang serius mengusahakannya,
atau ada keadaan atau situasi yang menyebabkan Allah "menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita
bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apakah penyebabnya?
Pertama, tahap tawakkal di hati. Dengan kata lain, kita berharap dan
menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang
kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu mengikut
prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada
Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang
bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.
Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.
Kedua,
dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya
rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari
rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila
dosa menghalang aliran rezeki, maka taubat akan pembukanya. Kebiasaannya kita ni tak perasan pun dosa dan maksiat yang kita lakukan. Tambahan seorang wanita a.k.a isteri yang bekerja, cuba renung-renungkan sejenak: WASSAP @ TELEGRAM @ WECHAT atau ape2 lagi applikasi handphone canggih sekarang ni.. Dalam sesuatu group tu ada campuran lelaki dan wanita yang bukan muhrim, berbual lama2..ckp merapu2... lagi maha dahsyat pulak siap mengumpat orang sana sini.. Allahuakhbar.... mintak dijauhkan dan peringatan untuk SSS juga. Kalau bukan group tu campur jantina pun, sama jantina pun boleh jadi penyebab juga sebab aktiviti atau perbualan yang bualkan tu lebih kepada arah yang NEGATIF.. Astaghfirullah...
Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan
kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan
menjalankannya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah,
entah itu rasuah atau culas (waktu, wang), memanipulasi keputusan, praktik mark
up, dsb akan membuat rezeki kita tidak berkat. Mungkin wang kita dapat,
namun berkat dari wang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak
berkat? Mudah habis untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, susah dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita
terlanjur melakukannya, segera bertaubat dan kembalikan harta tersebut
kepada yang berhak menerimanya.
Keempat, pekerjaan yang
melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktiviti kita
selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu
sibuk bekerja sehingga lupa solat, lupa
membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah contoh-contoh pekerjaan
kita tidak berkat. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita
akan terhalang. Jadinya semua pekerjaan harus membuat kita semakin
dekat dengan Allah. Sibuk tu boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita
abaikan. Saudara SSS semua, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang
menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh
dari Allah.
Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang kedekut,
nescaya hidupnya akan sempit, rezekinya kurang. Sebaliknya, sedekah
adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki.
Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada
tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Ertinya, Allah yang Mahakaya
akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261).
Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada
hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT
akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. Elakkan juga mengharapkan orang lain sahaja bersedekah kepada kita, cuba UBAH mulai sekarang untuk kita ringan untuk memberi sedekah kepada orang lain.
Sumber : http://hasmania-abas.blogspot.com
KEBERKATAN rezeki
adalah antara perkara utama yang mesti dititikberatkan dalam hidup. Rezeki
bukan sekadar wang, harta, makanan dan minuman. Sebaliknya jodoh, anak,
pangkat, nama baik, kedudukan dan sebagainya juga boleh disebut sebagai rezeki.
Namun dalam
artikel kali ini saya merujuk rezeki kepada pendapatan yang kita perolehi sama
ada dengan bekerja sendiri, mengambil upah atau makan gaji. Rezeki yang dicari
dan diusahakan itu pula dibawa pulang ke rumah untuk diberi makan anak isteri/suami.
Ada orang memandang ringan akan isu keberkatan rezeki ini. Pada mereka ia hanya
isu kecil yang tidak perlu diperbesarkan. Mereka ini tidak sedar wujudnya
kaitan langsung antara keberkatan rezeki dengan nasib, kualiti perhubungan,
kejayaan anak-anak, dan segala aspek kehidupan..

mantap,,
ReplyDelete